English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kekejaman Satpol PP

Yang nama nya polisi ntu harusnya kan ngelindungin rakyat bukan malah menindas rakyat, sumpah ane ampe ngelus dada,"Astagfirullah.." ngeliat kelakuan para Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), Waktu kejadian tragedi Tanjung Priok. secara logika seharusnya kan mereka melindungi, mengayomi bukan menghabisi...tp kenyatan dilapangan bener2 bertolak belakang dengan dengan apa yang harus nya mereka miliki...

Sebagai Contoh kemarin waktu kejadian Tanjung Priok Sebanyak lima anak berusia belasan tahun sekarat setelah dipukuli Satpol PP dengan menggunakan tangan kosong dan tongkat di depan makam Mbah Priok.



Meski sudah tidak tersungkur tak berdaya di tanah, namun sejumlah Satpol PP terus memukuli lima anak tersebut secara bergantian. Tidak hanya satu orang, tapi anak-anak tersebut dikeroyok beramai-ramai.


“Biarin, diamin saja biar mati sekalian. Teman kita juga banyak yang terluka parah,” teriak salah seorang Satpol PP di Jakarta, Rabu (14/4/2010).

Setelah puas memukuli anak-anak tersebut, sejumlah Satpol PP lantas menyeret tubuh lima bocah ke tempat yang agak jauh dari gerbang makam Mbah Priok. Namun, tubuh para bocah yang sudah berlumuran darah itu diletakkan begitu saja di jalan.

Ya Allah....sebenernye mereka sadar ga sih kalo mereka makan dari uang rakyat...
Allah maha adil...jadi buat para korban tragedi tanjung priok sabar & tawakal ajah karena sebentar lagi kebenaran akan tiba....

sumber : okezone.com

Baca Selengkapnya...

Tragedi Tanjung Priok


KITA tidak habis mengerti atas tragedi yang terjadi di Tanjung Priok. Bentrokan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan masyarakat sampai menyebabkan beberapa korban tewas dan sedikitnya 80 orang lainnya luka-luka.

Bagaimana sebuah upaya pembebasan lahan bisa berakibat fatal seperti itu. Bukan hanya bentrokan yang brutal kita saksikan, tetapi peristiwa kekerasan yang dipertontonkan sungguh sangat tidak berperikemanusiaan.


Kita ingin mengritik secara keras perilaku yang diperlihatkan Satpol PP. Mereka sama sekali tidak memperlihatkan dirinya sebagai aparat pemerintah daerah yang seharusnya mengayomi warganya.

Perilaku kekerasan sepertinya menjadi bagian keseharian mereka. Bukan di Koja saja mereka memperlihatkan sikap pamer kekuasaannya, tetapi dalam tindak tanduk sehari-hari mereka selalu mempertontonkan sikapnya yang menyakiti hati warga.

Tidak ada hari dari tindakan mereka yang tidak diwarnai aksi kekerasan. Kita lihat sikap yang mereka pertontonkan sehari sebelumnya ketika mengusir secara kasar warga China Benteng di Tangerang.

Tindakan brutal yang dilakukan Satpol PP di Koja sungguh tidak bisa kita benarkan. Mereka boleh kesal dan marah atas tindakan warga yang melawan dan bahkan melukai mereka. Namun ketika mereka menyeret warga--apalagi yang usianya masih muda-- tanpa henti-hentinya mereka pukuli, merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

Apa yang terjadi di Koja merupakan cerminan dari kegagalan Gubernur DKI Jakarta untuk membina aparat Satpol PP. Bagaimana aparat Pemda itu bisa terus menerus menunjukkan perilaku yang sarat dengan kekerasan.

Ketika hal itu terjadi di zaman Orde Baru, kita bisa memahami karena sistem politik yang berlaku adalah sistem otoriter yang cenderung represif. Ketika kemudian kita melakukan reformasi dan mengubah sistem politik menjadi demokrasi, maka sikap dan perilaku kita haruslah berubah.

Sistem demokrasi sangatlah mengharamkan adanya kekerasan. Segala macam persoalan harus dilakukan dengan cara negosiasi dan hukum. Tidak boleh lagi ada kekerasan yang dipakai untuk menyelesaikan perbedaan.

Cara negosiasi dan persuasi itulah yang seharusnya dipakai ketika hendak membebaskan lahan milik PT Pelindo di Koja. Kalau pun tahu bahwa pembebasan itu menjadi sensitif karena ada makam Mbak Priok, seharusnya dicari cara untuk bernegosiasi dengan pemuka masyarakat.

Satpol PP terlalu biasa untuk memaksakan kehendak. Mereka terlalu terbiasa untuk menggunakan kekuasaan dalam menjalankan tugasnya. Mereka selalu merasa bahwa dengan kekuatannya tidak ada yang pernah menghalangi mereka.

Apa yang dipertontonkan Satpol PP di Koja harus dimintai pertanggungjawabannya. Gubernur DKI Jakarta merupakan pihak yang paling harus bertanggung jawab, karena membiarkan kekerasan terjadi begitu telanjang.

Satu yang kita khawatirkan, kekerasan yang dipertontonkan begitu telanjang akan memancing kemarahan masyarakat. Kejadian di Koja akan mudah menjadi pemicu pelampiasan kekecewaan atas kehidupan yang semakin mengimpit. Kita pernah mengalami pengalaman pahit seperti ini di tahun 1998. Kita tentunya tidak ingin peristiwa kecil sampai merusak seluruh Jakarta.

Kita sudah melihat bagaimana warga kemudian kehilangan rasa hormatnya kepada aparat. Mereka berani untuk melawan dan bahkan merebut peralatan yang dipegang aparat. Mereka bahkan merusak dan membakari kendaraan milik Satpol PP.

Kerusuhan yang terjadi di Koja sepantasnya membuat pimpinan nasional untuk turun tangan. Kekerasan yang dipertontonkan tidak bisa lagi ditolerir. Tindakan brutal dari Satpol PP sungguh merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Jangan salah bahwa kejadian itu terjadi di ibu kota negara. Di depan mata para petinggi Republik ini. Aneh apabila itu tidak memantik rasa prihatin. Ini sungguh-sungguh merupakan pelanggaran kemanusiaan yang sangat bertentangan dengan sistem demokrasi yang sedang kita bangun.

Satpol PP telah mencoreng demokrasi yang sudah susah payah kita tegakkan. Mereka jauh dari sikap menghormati nilai kemanusiaan dan sepantasnya mereka untuk dihukum. Tanpa itu mereka akan terus memperlihatkan sikap brutal yang hanya menyakiti hati warga.

sumber : http://www.metrotvnews.com/
Baca Selengkapnya...

Cara Menampilkan Jam Digital/Analog Ke Dalam Blog dengan Mudah

Emang Bener kata orang dulu, "kalo waktu ntu adalah uang"...(Orang dulu yang matre ntu mah) =))... ngemeng2 atau ngomong2 masalah jam, ane jadi punya ide nih buat posting cara bagaimana menampilkan jam pada blog....kaya blog ane tuh yang sebelah wetan (kiri)

langsung ajah dah nih anae kasih caranye :

1. Buka Situs yang nyediain Jem Disini.
2. Pilih dah tuh jem yang sesuai ama selera ente.
3. nah kalo ude dapet pillihan klik aje bacaan View HTML.
4. Copy code ntu.
5. Masuk ke halaman dasbor blog ente trus klik tata letak,
trus klik elemen halaman, trus (ah trus2 mulu kaya tukang parkir...haha)
klik tambah gatdet, pilih HTML/JavaScript.
6. Paste code yang di dapet tadi kedalam Gadget tersebut.
7. Simpan.
8. Selese dah.

gampilkan. Coba dah ente Cek ke blog ente.
mantaff kan gan???

Baca Selengkapnya...

Ebook cara Membuat Artikel Terkait


Alesan ane bikin scroll pada artikel terkait adalah agar untuk membuat blog terliat rapi dan inti sih biar para visitor betah di blog ane...hehe..

seperti biasa biar gampang praktekinnya ane bikin aje dah E-book nya...jadi kan itung-itung nambahin koleksi ebook ncang ncing, enya, babeh....begitu bukan...
langsung aja dah nih :

Klik Disini Buat Dowonload E-booknye.

Baca Selengkapnya...

Download E-Book Cara Membuat Read More

Sebagaimana kita ketahui bahwa Blogspot tidak menyediakan fasilitas read more atau page break dalam penulisan post.





Namun, bukan berarti kita tidak bisa membuatnya sendiri, bahkan kita bisa menggantinya dengan tulisan Baca Selengapnya, Detail, Read More, dsb. Inilah uniknya blogspot (blogger), kita bisa edit template bawaan, yang penting kita mau sedikit bersusah-susah mengedit code HTML.

agar lebih mudah saya akan berikan ebook gratisnya tentang cara membuat READMORE (Baca Selengkapnya) di bloger atau blogspot.

KLIK DISINI untuk DOWNLOAD
EBOOK cara Membuat READMORE...
Baca Selengkapnya...


Dimana Ada Kemauan, Disitu Pasti ada Jalan

Masukan Link Anda Disini